5 Objek Wisata Di Kota Tua Jakarta

5 Objek Wisata Di Kota Tua Jakarta

Zelote Travel – Dari banyaknya obyek wisata yang hits di Jakarta, Lokasi Wisata Kota Tua adalah satu diantara simbol wisata yang begitu popular. Daya tarik penting dari tempat ini ialah bangunan peninggalan Kolonial Belanda yang mempunyai arsitektur yang indah dan mempunyai nilai historis yang tinggi. Nah, mungkin buat beberapa orang yang tidak pernah berkunjung ke Kota Tua Jakarta kemungkinan bertanya-tanya, apa sich yang menarik dari Kota Tua?

Tersebut ada 5 spot wisata yang berada di Lokasi Wisata Kota Tua Jakarta yang harus sekali didatangi buat kalian yang sedang bertandang kesana. Terutama jika anda menang dari permainan poker texas. Tidak hanya mempunyai nilai historis yang tinggi, beberapa tempat tersebut instagramable sekali lho! Kurang lebih tempat apa ya?

1. Toko Merah

Toko Merah
Toko Merah

Di antara bangunan-bangunan penuh sejarah yang ada di Lokasi Wisata Kota Tua Jakarta, dapat disebut jika bangunan toko satu ini lah yang paling menonjol. Dengan warna merah sebagai ciri uniknya, Toko Merah jadi saksi bisu ekonomi serta usaha di Lokasi Pecinan Glodok. Bangunan ini telah ada semenjak beberapa ratus tahun yang lalu serta alami perpindahan pemilikan mulai dari waktu Kolonial, Tionghoa sampai pemerintah.

Toko Merah, adalah tempat tinggal yang dibuat oleh Gustaaf Willem Baron van Imhoff pada tahun 1730. Saat itu memegang opperkopman VOC, lalu jadi Gubernur Jenderal dari 1743-1750. Waktu itu bangunan yang satu ini belum memiliki nama. Lalu bangunan itu baru mempunyai nama sesudah dibeli oleh seseorang pedagang berdarah Tionghoa, Oey Liauw Kong. Dia memberikan nama Toko Merah pada bangunan itu.

2. Museum Fatahillah

Museum Fatahillah
Museum Fatahillah

Museum yang satu ini telah jadi simbol dari Wisata Kota Tua Jakarta. Di museum yang dikenal juga dengan Museum Sejarah Jakarta atau Museum Batavia ini, beberapa pelancong bisa mencari jejak sejarah Jakarta dari waktu prasejarah sampai berdirinya kota Jayakarta pada tahun 1527. Museum ini mempunyai arsitektur yang seperti dengan Istana Dam di Belanda. Di bangunan beberapa pengunjung bisa lihat ruangan pengadilan serta ruang-ruang bawah tanah yang sempat dipakai jadi penjara.

Meskipun seringkali alami perbaikan, tetapi bangunan yang satu ini masih menjaga susunan aslinya. Bukan sekedar bangunan, Museum Fatahillah mempunyai taman yang terdapat dibelakang bangunan. Di taman itu beberapa pengunjung bisa lihat koleksi prasasti nisan peninggalan orang Belanda. Oh iya, waktu berkunjung ke Museum Fatahillah janganlah lupa untuk lihat Meriam Sijagur yang cukup popular.

3. Pelabuhan Sunda Kelapa

Pelabuhan Sunda Kelapa
Pelabuhan Sunda Kelapa

Pelabuhan ini telah diketahui semenjak era ke-12 serta saat itu jadi pelabuhan penting Pajajaran. Pada saat masuknya Islam serta beberapa penjajah Eropa ke Indonesia, Kalapa diperebutkan di antara kerajaan-kerajaan Nusantara serta Eropa. Pada akhirnya Belanda sukses menguasainya lumayan lama sampai lebih dari 300 tahun. Beberapa penakluk ini ganti nama pelabuhan Kalapa serta wilayah sekelilingnya. Tetapi pada awal tahun 1970-an, nama kuno Kalapa kembali dipakai jadi nama sah pelabuhan tua ini berbentuk “Sunda Kelapa”.

Waktu berkunjung ke lokasi ini, kalian bisa lihat kegiatan bongkar muat barang dari kapal-kapal besar yang berlabuh dalam tempat ini. Saat pagi atau sore hari kegiatan di pelabuhan terlihat makin indah dengan latar matahari yang keluar atau terbenam. Hal itu akan makin diperindah dengan barisan kapal yang berjejer keduanya. Pas jadikan jadi objek photografi!

4. Museum Bank Indonesia

Museum Bank Indonesia
Museum Bank Indonesia

Dibuat pada tahun 1909, gedung ini adalah hasil perancangan 2 arsitek Belanda yaitu Hulsurt serta Cuyoers. Terletak di Jalan Pintu Besar Utara No. 3. Bangunan ini bergaya ciri khas classic simetris dengan muka penting serta dua sayap yang mengapit. Serta bangunan terutamanya diapit oleh dua menara. Tiang-tiangnya dengan Motif Corinthian yang classic dengan daun-daun acantbus. Plester-plesteran tidak ambil motif tiang-tiang plastic tapi menyatukan motif dinding serta frame ditambah vencur sebagai hiasan.

Di museum ini ada 6 ruang yang terdiri playmotion, ruangan teater, ruangan sejarah, ruangan perenungan hijau, ruangan emas moneter, serta ruangan numismatik. Tempat ini jadi pilihan yang cocok jadi fasilitas wisata edukasi buat beberapa anak. Untuk dapat masuk ke museum Bank Indonesia, kalian perlu keluarkan uang Rp5.000 saja.

5. Museum Bahari

Museum Bahari
Museum Bahari

Terdapat di Jalan Pasar Ikan No. 1, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara. Bangunan ini terbagi dalam beberapa bangunan dengan tahun pengerjaan yang berlainan, diawali tahun 1652 serta paling akhir dibuat tahun 1771. Semenjak awal keberadaannya sampai berakhirnya waktu penjajahan Belanda di Indonesia, bangunan ini dipakai jadi gudang. Tembok keliling bangunan berkesan begitu kuat. Dibagian atas pagar ada pos pengintai lawan dan ada Lorong tempat lakukan patroli.

Dalam tempat ini beberapa pengunjung bisa pelajari kemaritiman, dan lihat armada pertahanan laut Indonesia tempo dahulu. Koleksi dalam museum Bahari juga begitu bermacam macamnya. Dari mulai jangkar kapal laut, navigasi perkapalan, meriam, teropong, dan miniatur kapal-kapal nelayan. Diluar itu, museum ini tampilkan Matra TNI AL dari waktu ke waktu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s